nyiii sayang.. hemm iyah.. future.
nyerah deh rasanya gue kalo harus berhubungan dan befikir kesitu, rasanya semua yang sangat ngga mungkin bisa terjadi dan hal yang sangat mungkin bisa aja ngga terjadi. semuanya adalah rahasia Tuhan sih ya nyi.. but anyway, dengerin cerita ka adi* aku jadi agak miris deh sayang, aku jadi mikir betapa masa lalu itu ternyata mau ngga mau akan dan kemungkinan besar pasti bersangkutan dengan masa depan. ngga ada yang namanya tutup buku bener2 ketutup gitu. semua punya bekas. iyah kamu pernah cerita tentang mantan suaminya tante it* yang itu, kamu bilangnya waktu itu dia kabur habis tau tante it* kena breast cancer. hhhh.. sumpah nyi, for the sake of my daughter’s life (in front of her friends and her family in-law particularly) gue akan sebisa mungkin semungkin-mungkinnya untuk even ngga membiarkan si lelaki jahat itu menginjakkan kaki di kawinan ka adi*. karna ibu mana sih yang mau merusak hari kebahagian anaknya dengan kenyataan yang kaya gini, walaupun well ya ini lah kenyataannya ya kaya gini, tapi yaa sebagai ibu pasti tante it* tuh gue yakin banget kalo bisa ngga udah didatengin itu orang ya ngga usah dateng gitu kan..
tapi yaa.. aku ngerasanya Allah punya maksut dibalik semua ini. Allah punya rencana sampe harus mempertemukan mereka lagi (walaupun mungkin waktunya yang ngga tepat; pernikahan anak pertama) tapi, sumpah deh kalo dipikir-pikir, selama si orang jahanam itu masih hidup, ya emang udh harusnya dia yang jadi wali kan? sudi atau ngga sudi tante it* dengan kenyataan itu, mau atau ngga mau ka adi* untuk mengakui itu, dan dengan apa pun perkataan orang-orang dan siapa pun lah, yaa kenyataannya memang seperti itu.. kadang, kita memang harus kembali membuka masala lalu yang udh ketutup rapih.. mungkin itu ujian dr Allah untuk mengetes kita sejauh mana keikhlasan kita.. atau juga, mungkin itu… itu.. apa yah…? gue pun speechless.. karna, gue juga baru kaya ngerasa *tek* gitu, gue mikir, masa lalu yang udah jelas-jelasan pahit, dan harus ditutup demi kebaikan bersama pun tiba-tiba masih bisa kucluk2 dateng dan harus menghinggapi kita lagi. hhhh… tante it* semoga kamu kuat ya tan…
sayaaaaaaang.. insyaAllah i will be there. we will be there for each other, anytime, any situation, whatever, wherever. hemm.. kadang emang apa yang kita rasain dan permasalhan yang kita hadapin, even kita udh tau jalan keluarnya, tapi kita ngga bisa langsung ambil jalan keluar itu ya nyii. like your mom’s situation here, mungkin di satu sisi dia akan merasa lebih baik dengan memilih divorce, tapi dia juga tau, ini bukan masalah dia-dan papa kamu. tapi mama kamu-papa kamu- kakak- dan kamu. dan kalian sebagai satu keluarga. dan yang kamu bilang tadi bahwa orang sebelum menikah pasti mikri tentang keluarga yang dinikahinya itu sih.. kalo mnurut aku itu bener.. (well my mom does think that way) dan mama kamu pun berfikir seperti itu (salah satunya) yang membuet dia ngga memutuskan segala sesuatunya dengan papa kamu sekarang adalah pemikiran macam itu juga kan.. nyi. intinya kita mungkin juga udh tau bagaimana rasanya mengambil keputusan yang kita tau ini bukan keputusan ringan dan menyangkut hidup, dan bukan tentang kita. cuma mungkin porsi mereka (orang tua kita) dalam mengambil keputusan lebih berat karna mereka punya tanggungan yakni kita, anak2 mereka.. tapi nyi, as long as you know exactly that anything that your parents do, semua itu karna mereka sayang kamu dan demi kebaikan kamu dan mereka bersama. semua selalu ada pertimbangannya rin, dan semuanya pilihan, dan kamu tahu itu bukan? : ) sooo… (memang gampang sekali ngomong) but anyway keberadaan kita masing2 disini adalah memang untuk menyuaran hal2 yang emang cuma mudah dibicarakan tapi sulit dijalani tapi tetep harus kita ucapkan anyway, right? dan apa pun yang terjadi years years years kedepan, insyaAllah akan jadi kado menyenangkan dari Allah buat kita ya rin.. i love you so many many much much!
jangan berhenti bermimpi kata Arai..